IMPLEMENTASI TRILOGI NUSA PUTRA DALAM CAKRAWALA JEJAK PERJALANAN SI ANAK DESA
(Sebuah Cerita Petualangan Hidup Yang Dilansir Dari Pengalaman Pribadi Penulis)
Oleh : Hirlan Maulana
Pelaksana Kegiatan (Foto :
Koleksi Pribadi Hirlan Maulana)
Sampurasun.. Mugia Rahayu
Sagung Dumadi. Rahayu.. Rahayuu.. Rahayuu..
Perkenalkan saya Hirlan
Maulana. Salah satu mahasiswa Semester enam yang menempuh pendidikan Starta 1
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar kelas SD20E di Universitas Nusa
Putra sekaligus menjadi bagian dari pemilik sapaan “Genusian” yang menjadi ciri
khas warga Universitas Nusa Putra dalam mengaktualisasikan diri sebagai Insan
yang berilmu dan beriman.
Universitas Nusa Putra
merupakan tempat dimana saya Si Anak Desa memulai untuk mengukir sejarah dan
menuliskan ceritanya. Lokasi Universitas Nusa Putra yang terletak di wilayah
Kabupaten Sukabumi lebih tepatnya di Jalan Raya Cibolang No.21 Kabupaten
Sukabumi memiliki lingkungan yang asri akan harmonisasi. Hal ini tentunya
menjadikan saya paham akan daya tarik Universitas Nusa Putra dalam mengedepankan
kenyamanan untuk keberlangsungan Kegiatan Belajar Mengajar bagi mahasiswa Lokal
maupun Mancanegara.
Tak berlebihan rasanya
jika kampus Universitas Nusa Putra menjadi pemenang pilihan Si anak desa untuk
memulai apa yang sekiranya menjadi harapan hidup. Hal ini karena kampus ini
memiliki nilai adiluhung yang menjadi pondasi nyata untuk diaktualisasikan
dalam kehidupan. Nilai-nilai itu disebut "Trilogi Universitas Nusa
Putra".
Trilogi ini memegang tiga poin utama yang ditanamkan Universitas Nusa Putra didalam mencapai Visi Misinya. Semuanya termanifestasikan dalam "The Spirit of Diversity" sebagai wujud penanaman lingkungan kampus yang multikultural dalam menghargai keberagaman. Universitas Nusa Putra juga memiliki tujuan untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif, inovatif serta religius untuk mencetak cendekiawan yang bertindak lokal berpengetahuan global. Adapun Tiga nilai luhur yang menjadi Trilogi Nusa Putra diantaranya adalah Amor Deus (Cinta kasih Tuhan), Amor Parentium (Cinta kasih orang tua), dan Amor Concervis (Cinta kasih sesama). Lantas apa sih ketiga poin penting tersebut ? Berikut ini penjelasan makna tersirat dari Trilogi Nusa Putra menurut Si Anak Desa.
- Amor Deus (Cinta kasih terhadap Tuhan)
Dilansir dari (https://nusaputra.ac.id/tentang/nilai-nilai-luhur/),
Cinta Kasih Tuhan merupakan anugrah cahaya insan Nusa Putra untuk tetap
menjalankan syariat agamanya masing-masing. Disaat awal pertama kali menduduki
bangku perkuliahan, si Anak Desa melihat begitu Indahnya keberagaman yang
terjadi di Universitas Nusa Putra. Salah satu dari banyaknya keberagaman
tersebut adalah bagaimana Insan Genusian memiliki latar belakang kepercayaan
yang beragam. Namun semua itu bukan menjadikan Universitas Nusa Putra untuk
tidak bertoleransi. Sehingga tak heran rasanya jika nama Universitas Nusa Putra
akan tumbuh dan berkembang atas dasar keberagaman bukan keseragaman.
Disamping itu, kita sebagai
manusia sudah sepantasnya memeluk suatu agama sesuai dengan kepercayaan kita. Hal
ini tentu menjadikan insan Nusa Putra sebagai wujud insan beragama yang merupakan
kebutuhan dan bukan lagi sebagai kewajiban. Cinta Kasih Ilahi bermakna sebagai
syariat agama yang merupakan sebuah bentuk cinta kita kepada Tuhan pada manusia
begitupun kita manusia yang harus mencintai Tuhannya. Sehingga dari sini saya
sadar bahwa beragama merupakan keharusan yang sejatinya tidak menjadi paksaan akan
tetapi menjadi kebutuhan akan pentingnya bersyukur dan beribadah kepada Tuhan.
Konsep berTuhan yang merupakan hak priogative manusia diajarkan di Nusa Putra sebagai nilai yang terkandung dalam Trilogi untuk kita tidak phobia agama. Mengingat saat ini peningkatan nilai-nilai Karakter untuk berTuhan membuat Generasi Nusa Putra Berilmu dan Iman tak terjawantahkan untuk senantiasa mengiringi pengetahuan dengan keimanan. Hal ini tentunya sangat penting karna hanya dengan bertuhanlah kita akan senantiasa merendahkan diri kita terhadap Tuhan yang menciptakan seluruh alam dan isinya.
- Amor Parentum (Cinta Kasih Terhadap Orang Tua)
Menukil sebuah falsafah Sunda yaitu :“Indung Tunggul Rahayu, Bapa Tangkal Darajat. Munjung kanu jadi Indung, Muja Brata Kanu Jadi Bapa”. Falsafah tersebut merupakan bekal si Anak Desa ketika kemanapun menjajakan kakinya. Setelah memasuki Universitas Nusa Putra, akhirnya si Anak Desa paham ternyata tak salah Jika Universitas Nusa Putra selalu diberikan keberkahan karna salah satu yang terkandung dalam Triloginya yaitu Cinta Kasih Terhadap Orang Tua.
Seperti yang kita ketahui, Orang tua tidak pernah luput dalam memberikan kekuatan bagi kita semua dalam melakukan apapun. Doa mustajab yang sejauh ini selalu menjadi penting dalam menentukan suatu hal adalah doa orang tua. Sehingga Cinta Kasih kepada orang tua menjadi kekuatan dalam meniptakan insan Nusa Putra untuk menjadi manusia yang cerdas, kreatif, inovatif serta religius dalam kehidupannya.
Tak ada kata yang mampu menggambarkan betapa luar biasanya jasa orang tua kita dalam menyayangi kita. Sehingga Universitas Nusa Putra mengembangkan konsep Cinta Kasih Terhadap Orang Tua melalui bagaimana kita meniru orang tua kita yang senantiasa tulus dalam melakukan suatu hal. Namun rasanya sebagai bentuk balasan kita terhadap mereka, Terimakasih saja rasanya tak cukup bagi kita untuk mencintai orang tua kita yang sampai sejauh ini tidak akan pernah hilang rasa sayangnya kepada kita.
- Amor Concervice (Cinta Kasih Terhadap Sesama)
Bersama Beberapa Delegasi KBKM G20 Bidang Kebudayaan dari beberapa Provinsi di Indonesia (Foto : Koleksi Pribadi Hirlan Maulana)
Semua tingkah laku kita terhadap sesama merupakan hal yang utama dalam membangun diri kita sebagai insan sosial. Manusia sejatinya merupakan makhluk sosial, begitupun dengan para Genusian. Dimana sebagai pengikat insan Nusa Putra didalam menjalankan interkasinya harus mampu menjalani hidup berdampingan secara damai dalam menyikapi setiap perbedaan. Para Genusian yang diwajibkan sadar akan berbuat baik terhadap sesama merupakan perwujudan dari cinta kasih terhadap sesama. Sehingga dalam perwujudan semangat Diversity menjadi hal yang kuat sebagai bentuk multikulturalisme agar senantiasa saling mengasihi antar sesama.
Sebenarnya, Cinta Kasih terhadap Tuhan, Orang Tua dan Sesama dalam kehidupan si anak desa memberikan cakrawala dimana ketiga poin penting dalam Trilogi Nusa Putra memiliki korelasi yang sangat berkaitan erat. Ketiga poin ini akan menjadi utuh apabila kita bisa mengaktualisasikian diri kita untuk bisa hidup berdampingan. Hal tersebut juga memberikan penyadaran bahwa Tuhan, orang tua dan sesama manusia merupakan elemen yang tidak bisa dipisahkan dalam mencari jati diri.
Dari tiga poin penting yang menjadi bagian peningkatan kualitas diri si anak desa, banyak sekali pengalaman yang saya lalui dan merupaka suatu dinamika ketika berstudi di Universitas Nusa Putra. Betapa pentingnya Trilogi Nusa Putra untuk diimplementasikan dalam kehidupan. Sehingga dalam hal ini, Trilogi memberikan manfaat yang besar dalam diri saya. Terbukti dalam beberpa program baik dari kampus maupun diluar kampus yang saya lalui sejauh ini diantaranya : Pengabdian Himpunan yang merupakan suatu bentuk aksi nyata mahasiswa dalam mengabdikan dirinya kepada Masyarakat, Praktik Kerja Lapagan (PKL) sebagai bentuk implementasi menjelajahi dunia sesungguhnya, Melakukan Assesment Jaluh Rempah RI kedalam tentative list Unesco yang merupakan salah satu program Dirjend Kebudayaan Kemdikbudristek yang didalam sebagai melakukan aksi riset saya untuk Negri, Menjadi Delegasi Peserta KBKM G20 sebagai pendukungan Ministrial Meeting G20 Bidang Kebudayaan untuk menghidupkan jalan kebudayaan untuk hidup keberlanjutan dan tentunya banyak lagi program lainnya.
Dengan demikian, Itulah
gambaran yang dapat saya si anak desa ceritakan terkait Implementasi Trilogi
Nusa Putra dalam Cakrawala Jejak Perjalanan Si Anak Desa, Sebuah Cerita
Petualangan Hidup Yang Dilansir Dari Pengalaman Pribadi Penulis. Semoga
kedepannya apa yang saya pelajari baik yang sudah maupun yang akan dipelajari
menjadi keberkahan yang memberikan kontribusi baik untuk dapat
mengaktualisasikan diri dalam bertindak lokal dengan berpemikiran global.
Terimakasih..
Rahayuu..
Komentar
Posting Komentar